Showing posts with label daily life. Show all posts
Showing posts with label daily life. Show all posts

August 2, 2013

Invisible Wall

Being an outsider is never be easy. You live in the same circle, but it feels like there is an invisible wall between you and the others. You never know what it is. Sometimes, you say to your self  "oh, there's only in your mind. That thing (the invisible wall) never exist. Please". I keep saying that to my face.

But, there is a time when you believe that the wall is exist. Well, I find it hard.
 
Once, I consult this to a friend, he said "come on, all you have to do is blending, mingle, open up your self to others, be lively, smile. Come on Sar, get a life!!". Ha, my buddy is a jerk, I know. He keep telling me the worst possibilities and best problem solving at the same time. He said, "You keep telling me that you live in the shadow of someone else's. No, you live in the shadow of yourself. You keep everything inside of you. you love to listen someone's story, but you never share, rarely share", and bleh bleh bleh.

The conclusion is, maybe I'm overthink of something, it overwhelmes me, then it burden me. I need something to be blamed on then I realize that is nobody's fault then I made scenarios in my head then I made invisible wall in my mind. Yeah, maybe he's right. The wall is never existed, and I have to mingle, smile, talk to the others, share...

Wait, mingle? I'm afraid of people. Hellooooo.

Adieu.


July 12, 2013

Seumur hidup, gue belum pernah merasakan sakit gigi sesakit beberapa hari yang lalu. se sakit itu. beneran menganggu hidup gue. makan susah, tidur susah, kerja apalagi susah.

Awalnya, gigi geraham atas gue ini berlubang dan tambalannya lepas. Sakit tapi yah ngga ganggu banget, sampe akhirnya gue memutuskan untuk ke dokter gigi (yang kebetulan adalah tante gue, hehe) di bandung. Katanya, lubang gigi gue ini berukuran sebesar biji jagung. Whaaat. itu gede sih. Dan katanya ngga bisa langsung tambal permanen. Harus tambal sementara dulu lalu minggu depannya tambal permanen. Okeh.

Masalahnya, minggu depannya itu gue ngga berada di Bandung. Gue ada di jakarta mengurusi kepindahan kosan gue dari Depok ke Fatmawati. jadilah gigi itu gagal gue tambal sampai akhirnya tambalannya habis. Hari demi hari gigi gue makin sakit. Yang tadinya cuma ngilu, sekarang sakitnya menusuk-nusuk dan gue selalu minum painkiller dosis tinggi (ponstan, ibuprofen, paracetamol, panadol...you name it deh). Tapi ya yang namanya painkiller kan ngga mengobati giginya, cuma menahan rasa sakit. Jadi kalau efeknya sudah  hilang ya sakit lagi....

Pas seminggu lalu, gigi geraham ini tambah parah sakitnya. Mulai menjalar ke sakit kepala, orang-orang bilang sih udah kena sarafnya gitu. Pas minum aja sakit, gimana makan. Pokoknya gue tersiksa deh. semua orang yang gue keluhin menyarankan ke dokter gigi. Tapi gue masih mikir-mikir. Selain gue berpikir kalau sakit ini akan hilang sendirinya (which is really wrong), gue belum dapet referensi dokter gigi yang bagus.

Nah, pada hari pertama puasa kemarin, pas saur gue minum painkiller gue seperti biasa. Eh jam 9 pas di kantor gue udah kesakitan. kata orang, kalau puasa katanya sensor-sensor akan lebih sensitif, dan kayaknya itu bener karena gue merasakan puncak sakit gue itu. Dan kerjaan juga menumpuk. Akhirnya gue membatalkan puasa gue, menenggak painkiller dan mulai kerja. dan di saat inilah gue mumutuskan untuk ke dokter gigi.

Kebetulan temen gue, Audy, punya kakak yang seorang dokter gigi dan prakteknya di MHDC (mulia health dental center) di kalibata city. Jam 2 gue ijin pulang kantor dan naik taksi ke kalibata. MHDC ini merupakan klinik kecil yang nyaman dan suster2 dan dokter2nya ramah bangeeet. Yang nanganin gue namanya dokter Efrina. Kata dokternya, gue kena infeksi dan harus melakukan perawatan saluran akar. untuk itu, ketiga akar gigi tersebut harus dicari untuk diobati. Namun kemarin hanya nemu dua, jadi ditambal sementara dulu.

Setelah dua hari, gue mengonsumsi antibiotik dan painkiller. Hasilnya lumayan. Rasa sakitnya masih ada walau sedikit, ini mungkin karena perawatan gue belum selesai. Minggu depan gue akan balik lagi di MHDC untuk menyelesaikan perawatan. Btw untuk biayanya di sini ya standar lah. Kemarin gue habis kira-kira 500 ribu. Di reimburse kantor sih hehehe.

Semoga sakit gigi gue membaik. I can't stand the pain, seriously.


Ini hasil foto xray gigi gue. Tapi... nama gue di situ... FARAH. 

Okelah.

Adieu.

Selamat menjalankan ibadah puasa. YEAY!!

October 12, 2012

Nearly Kecopetan Experience

Beberapa saat lalu gue mendapat kabar dari temen via twitter bahwa handphone nya kecopetan di angkot. Wah kasian, ujar gue dalam hati. Berikutnya dia menceritakan via twitter tentang kronologis bagaimana hpnya bisa ilang. Gue agak tersentak. Ini sama banget ceritanya dengan yang dialami gue waktu smp saat kemalingan hp. Modusnya : pelaku pura-pura muntah, ketika seluruh perhatian tertuju pada dia, asisten pencurinya ngambil hp yang ada di tas/saku korban.

Jadi waktu itu gue masih kelas 2 SMP di Bandung. Di mana rambut sangat lepek, poni bolong-bolong dan wajah berminyak yang disebabkan oleh tidak stabilnya hormon saat pubertas. Sore itu gue baru pulang nongkrong di mall (abege banget yah, pulang sekolah nge mol) dan untuk menuju rumah gue harus naik angkot jurusan Panghegar Permai - Dipati Ukur, yang warnanya putih garis-garis kuning-ijo. Saat itu gue duduk di bangku artis. ituloh bangku kecil tambahan di deket pintu angkot, dimana seluruh penumpang bisa ngeliat lo duduk. That's why disebut bangku artis. 

Belum sampai 10 menit jalan, ada mas-mas di sebelah kiri gue yang tiba-tiba batuk kenceng gitu, sampe nunduk-nunduk gitu dan buang-buang ludah ke lantai angkot (eeew!!!) kayak mau muntah. Sontak (alah sontak) seluruh penumpang perhatiannya tertuju sama dia, termasuk gue. Gue sih ngeliatnya agak-agak jijik gitu. Pokoknya dia batuk-batuk itu berkali-kali sampe ada kakek tua ngasih dia kantong plastik buat dia ngeludah. Si orang batuk itu menggumam kalo dia sakit blablabla.

Awalnya perhatian gue emang tertuju sama si batuk, tapi lama-lama gue males jaga sih ngeliatin dia batuk ngeludah gitu (soalnya gue paling benci sama orang yang meludah di sembarang tempat, apapun kondisinya). Gue memalingkan muka ke arah pintu. daripada nontonin orang ngeludah mending liat jalan deh... nah ketika gue memalingkan muka... gue melihat ada sebuah tangan yang menjulur ke arah dada gue. Gue kaget lah. Soalnya gue tau banget itu tangan bukannya ngga sengaja di sana (kan posisi angkot sesak, mungkin aja itu tangan bisa salah tempat), tapi tangan itu kayak mau meraih sesuatu.

Gue teriak di angkot itu. Gue lupa teriaknya 'WAAAA' atau 'AAARGH' atau 'KYAAAA' (macam komik jepang).

Intinya gue teriak, terus gue refleks menepis tangan hitam berbulu (EEEW!!) itu sekuat tenaga lalu gue gampar itu si pemilik tangan yang duduknya hadap-hadapan sama si batuk. Gue teriak 'MESUM!!!!!!!!' 

Si bapak mesum itu marah sambil teriak 'apa kamu ngatain saya mesum HAH?!?'

Gue langsung teriak 'tadi tangan bapak mau pegang-pegang saya maksudnya apa hah?!?' gue masih shock dan gusar. Pikiran gue keinget pada berita-berita kala itu yang lagi musim pelecehan seksual di kendaraan umum. Kala itu gue masih 13 tahun. kebayang seremnya!!

Terus si bapak serem itu neriakin gue sambil melotot, 'PEGANG-PEGANG BAPAKMU!! SIAPA YANG MAU PEGANG-PEGANG HAH?!?' terus ngedumel gitu pake boso jowo. Gue masih ketakutan banget akan dicekek sama si bapak ini.

Beberapa saat kemudian si bapak serem itu turun dari angkot. Anehnya beberapa detik kemudian si bapak batuk juga muntah. Huweee... kaki gue langsung lemes banget entah kenapa. padahal tadi gue berapi-api neriakin di pervert.

Ada mbak-mbak penumpang yang bilang ke gue 'kamu ngga apa-apa?'

'ngga... mbak. serem aja tapi...', kata gue.masih lemes deg-degan

terus ada mas-mas di ujung bilang 'tadi tuh mereka mau ngambil handphone tuh kayaknya...'

dan gue baru sadar bahwa hp gue, kala itu Nokia 8210 menyembul di saku seragam sekolah gue. HOOOOH. Jadi mereka bukan pervert. tapi MALING. Jadi si bapak batuk bertugas mengalihkan perhatian, dan si bapak serem berperan sebagai eksekutor (halah!!). Eksekutor yang ngambil handphone gue maksudnya...

Hahahaha. gue berarti tadi salah menuduh si pelaku!! Abisnya serem gitu sih ngeliat tangan gede berbulu mendekati daerah dada gue. Lagian siapa yang ngga serem?!? It was a every girl's worst nightmare.

Akhirnya satu angkot itu jadi rame. Ada yang cerita mengalami pengalaman yang sama, dan sayangnya hp di berhasil keambil sama pencurinya. Ya ampyuuun. Intinya hp gue selamat sore itu... Tapi sebulan kemudian itu hp rusak gara-gara kelempar dari lantai 2 (ngga usah tanya mengapa hal itu bisa terjadi).

Itu hanya salah satu modus operandi pencurian handphone di kendaraan umum. Banyak loh MO (modus operandi) lainnya, pokoknya salah satu taktiknya : mencuri perhatian secara ekstrim. Ada yang pura-pura sakit, pura-pura pingsan... sampe yang paling aneh : menawarkan jasa pijit gratis sama penumpang dengan mengaku-ngaku ilmunya dia dapatkan dari shin-she terkenal. Gile... bisa aja ya idenya...

Sampai sekarang kayaknya modus pencopet di angkot masih banyak ya.. MO nya mungkin lebih bervariasi lagi. Orang jahat makin banyak... tapi kita harus lebih pinter mensiasatinya. Sebagai manusia, kita pasti refleks sih kalau ada suatu kejadian yang menarik/shocking/tidak biasa. Dan ketika fokus kita tertuju pada suatu objek, pasti keadaan sekelilingnya ngga diperhatiin. Nah si pencuri ini memanfaatkan peluang tersebut. Ini pencuri belajar psikologi gak yah... bisa jago gitu.

Hahaha. itu hanya sedikit cerita bodoh dalam keseharian gue. Yang ini untung ngga jadi dicopet. Gue bahkan pernah kecurian tas sekolah beserta handphone di dalamnya (ini bodoh sih).

Oke, pokoknya waspadalah... waspadalah...!!

Jadi kangen bang napi.. udah ngga ada ya dia?

CIAO!!

August 31, 2012

Tentang Bersepeda

Sepeda. Ini merupakan salah satu olahraga yang bisa gue lakukan (hanya 3 olahraga yang gue bisa lakukan : berenang, badminton dan bersepeda). Tapi skill bersepeda gue ini pemula cenderung cupu gitu sih, abisnya jarang sepedaan. Ngga punya sepeda yang cocok sih. Sepeda di rumah gue tinggi gitu, sedangkan gue pendek (ah, alasaaannn!!!).

Gue mulai bisa bersepeda roda dua sejak umur 5 taun, waktu itu diajarin sama nanny gue. Roda kecilnya dilepas, terus gue dipegangin dari belakang, sampai akhirnya gue bisa sendiri. YAY!! Sejak itulah kecelakaan mulai terjadi, dari jatuh di jalan beraspal sampai nabrak mobil. Orang tua gue cuma bisa geleng-geleng kepala. hahaha. Tapi makin ke sini gue jarang sepedaan krena pindah rumah dari Jakarta ke Bandung. Pas di Jakarta gue tinggal di komplek yang jalanannya datar dan jauh dari jalan raya. Pas di Bandung, rumah gue pas di pinggir jalan raya. Beuh. Mana dikasih gue sepedaan.

Nah, omong-omong tentang sepeda, gue baru saja berhasil mengajarkan adik gue yang berumur 7 tahun bermain sepeda. dari dulu gue ajarin ngga bisa-bisa, baru hari ini berhasil. YEY!! Walaupun belum lancar, tapi dia udah bisa percaya diri dan berani.. yah semoga mudah ya ke depannya (lho?).


Cemberut karena gue galakin HAHAHA

Berikut ini ada sedikit bukti bahwa adik gue telah bisa bersepeda dan gue sebagai pelatihnya bisa merasa bangga. Cuma dalam 30 menit bisa loh!! Maaf kalo ga jelas abisya rekamnya pake handphone sih...


 Teruslah bersepeda ya Sis!! Hati-hati, jangan sampai lutut luka dan bibir robek kayak kakakmu ini. Jangan nabrak mobil juga ya, sakit!!

CIAO!!