Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

March 30, 2015

Bleu Monday

After 3 month working without supervision, I'm so glad and relieve that my baws finally come back.
Ditinggalkan selama 3 bulan tanpa substitute, awalnya gue ketakutan. Maklum load lumayan banyak dan dikerjakan secara tim. Berdua aja gue keliyengan, apalagi sendiri. Senengnya, gue dibantuain banyak orang. Hal-hal yang diluar kemampuan di take over sama bos-bos divisi lain, tapi ya tetep aja ngga enak yah kalo keseringan minta bantuan. 3 minggu pertama gue deg-degan banget flying solo gini. Bangun tidur kepikiran, di kantor deg-degan, mau tidur takut menyambut besok.

Awal tahun. Ada pergolakan bisnis dan manajemen di kantor gue. Bisa dibilang ini revolusi, karena perubahannya cepat dan massive banget. Banyak pengaruhnya ke masing-masing function. Salah satunya ke divisi gue. Pekerjaan gue cost nya banyak, jadi di potong habis-habisan. Hiring yang dulunya cukup dapet approval HOD, skr harus sampe dapet approval CEO. Di luar itu, gue ngga boleh jalan. Di satu sisi gue lega karena gue yang flying solo ini kerjanya berkurang. In the other hand : gue kerja apa dong?

Sampe sekarang keadaannya masih sama. Tapi sekarang gue fokus aja di kerjaan printilan admin-admin yang selama ini terbengkalai. Selama ini sih gue kerjain aja', tapi yah tapi. Kadang-kadang gue terpengaruh bisikan setan. You know, setan-setan gosip kantor yang validitas dan reallibilitasnya diragukan. Banyak rumor-rumor ngga sedap tentang manajemen. Ujung-ujungnya : I don't feel safe. Dan bukan gue aja sih yang ngerasa, temen-temen gue juuga banyak yang merasa gitu. Tapi ujung-ujungnya kita saling menasihati 'yaelah, yaudah sih kerja aja. Kita mah kacung emang buat kerja, bukan buat mikirin gosip'. Well said. Iya juga sih ya. Bukan urusan kita banget. Nerima aja keadaan yang lagi begini. Bisa apa sih kita?

The only thing we can do is do our job as best as you can. Don't hold back, and always believe that your time will come :)

Adieu.

October 30, 2012

Age Gap

Mungkin bagi kebanyakan perempuan early 20s kayak gue, ketika menjalin hubungan romantis, mereka mencari pasangan (pacar) yang seumuran. Berdasarkan observasi gue, mereka mencari orang yang banyak punya kesamaan dari diri mereka. Seperti : keternyambungan ngobrol, kenyamanan, tempat nongkrong dan hobi yang sama, pola pikir dan ke-saling mengertian (gue bisa ditabok pake KBBI nih nulisnya jelek begini haha). 85% dari teman gue (cewek) berkencan dengan orang yang sepantaran, yah beda 1-3 tahun lah ya...

Nah tapi gue... gue sendiri ngga pernah pacaran sama yang seumuran. Terakhir gue pacaran sama yang seumuran yaitu kelas 6 SD dan 1 SMP, ngga tau tuh diitung pacaran apa ngga hahaha. Kesini-kesininya gue selalu menjalin hubungan dengan orang yang lebih tua minimal 5 tahun dari gue (etapi mantan pacar gue ngga banyak loh ya). Kenapa itu bisa terjadi? Entahlah... sejujurnya, gue ngga tertarik dengan lelaki yang sepantaran gue. Maksudnya tertarik untuk menjalin hubungan gitu. Kalau buat temen main sih ya ayo-ayo aja. 

Gue sebenernya ngga membatasi tentang masalah umur dalam mencari pacar. Tapi entah kebetulan, entah lelaki yang sepantaran gue ngga tertarik sama gue, entah gue kurang cakep, atau lelaki yang lebih tua itu desperate ngga punya pacar sehingga pacaran sama gue... gue selalu pacaran dengan orang yang lebih tua dari gue.

Pacar gue yang sekarang selisih umurnya lebih dari 10 tahun  dari gue dan dia bukan duda yee... (belum gue verifikasi sih apakah dia duda atau bukan). Ini adalah selisih umur terpanjang selama gue menjalin hubungan dengan lelaki. Walaupun begitu, entah mengapa gue ngga melihat dia sebagai orang yang bedanya belasan tahun dan gue ngga melihatnya sebagai om-om.

And I really really enjoy this. Walaupun gue belum men-declare dia sebagai 'the one',  gue menemukan fakta bahwa gue dan dia cocok. We take and give everything and we fulfil each other. Intinya gue merasa sangat nyaman menjalin hubungan sama dia. Mungkin kenyamanan itu didapatkan gara-gara kedewasaan dan pengalaman dia kali ya. Kematangan emosionalnya juga pasti mempengaruhi perilakunya.

Gue menyebut dia sebagai 'fire extingusher' atau peredam amarah. Gue, sebagai dewasa muda atau remaja akhir, masih sering menghadapi ketidakstabilan emosi, perilaku impulsif, moody dan another disturbing behavior lainnya. Ketika begitu, dia sama sekali ngga merasa terganggu ketika gue marah-marah or what, he just sit calmly, listening me carefully dan sama sekali ngga berkomentar atau mengkritik gue. This is what I need!!! Ketika lo sedang ada masalah atau kesel, yang paling lo butuhkan hanya berbicara dan didengar. Tanpa komentar atau sanggahan. He always do the riiiight thing.

Terus hal lainnya : ngga banyak gaya. Mungkin masa-masa 'banyak gaya' dia sudah berakhir 15 tahun lalu kali ya... sekarang dia mungkin sudah mencapai tahap aktualisasi diri. Banyak gaya di sini maksudnya... yah you know... perilaku remaja yang 'mencoba segala hal untuk tahu mana yang baik dan yang buruk'. He already knows which one is good or bad. That's why, an older guy like my boyfriend ini enak banget diajak untuk diskusi dan dimintai saran yang objektif (alau kadang-kadang sudut pandang objektifnya cenderung jahat). Tapi hal-hal di atas ini ngga berlaku secara general ya, pasti ada perbedaan yang disebabkan oleh preferensi dan pengalaman si cowok. Tapi kurleb gitu deh...

Hal yang paling gue suka : Cowok-cowok early 30s itu kan tumbuh di masa 80s dan 90s. Dan menurut gue 80s dan 90s itu merupakan jaman yang sangat keren sekali. How people dress, movies, music... Especially music sih. Sebagai anak millenium yang suka musik (tapi ngga bisa main musik), gue banyak dicekokin oleh musik-musik band pop, RnB, penyanyi solo Pop yah pokoknya artis-artis yang masuk top 40 billboard deh. Beberapa dari mereka ya emang bagus ya... tapi beberapa juga punya musik yang homogen, alias itu-itu aja... Yah walaupun ada musik anti mainstream sih... tapi gue juga ngga demen-demen amat.

Nah di era 80-90 itu banyak banget band-band rock yang super cool. Dan gue tau ini dari pacar gue. Siapa lagi!! Kebetulan dia penikmat musik juga, sama kayak gue tapi tingkatan dia lebih tinggi. dia selalu memberikan referensi musik yang bagus. Dari band yang pernah gue dengar sayup-sayup seperti Firehouse, Journey, Sound Garden. Sampai band yang baru gue denger seperti Ace of Base (I love them the most!!), Blindmelon, Poison, Nelson... dan beberapa yang gue lupa. Wooow, they are cool. Pokoknya keren bangetlah musik 80-90an itu. Yah pokoknya, referensi musik gue jadi lebih banyak, dan gue sekrang udah jarang denger band pop-rock dan RnB-hiphop.

Banyak orang sekitar gue yang bilang "kok lo suka sama yang tua-tua sih?", "kalo lo udah kawin ditinggal mati duluan gimana?" (sumpah ini serem). Kalau ditanya kenapa, gue ngga bisa menjelaskan... wong yah jodohnya dan gue sukanya begitu... Hmmm tapi... berdasarkan analisis psikologi abal-abal gue... (yang sangat tidak valid dan reliabel karena gue masih mahasiswa psikologi, huhuhu) gue terlalu mengidolakan sosok ayah sehingga gue ingin mencari pasangan yang seperti ayah gue.Ya emang bener sih, gue mengidolakan beliau and we have a lot in common. Tapi ngga tau deh itu bener apa ngga... namanya juga analisis ala-ala.

Yah begitulah corat coret random gue di pagi hari. Hahaha. Lumayan panjang yeeee tulisannya.

Intinya (berdasarkan pengalaman gue) selisih usia yang jauh dengan pasangan ngga mempengaruhi hubungan secara signifikan. Beneran biasa aja. Gue memperlakukan gue sebagai orang pada umumnya. Tanpa gue hitung-hitungan umur atau pemikiran 'dia kan lebih tua, jadi gue harus nurut dan sopan sama dia. Dan gue lebih muda, seharusnya dia ngejagain dan mengayomi gue dong'. Ngga ada sama sekali. Gue bisa dengan bebasnya ngomong apapun ke dia, tanpa harus berlaku sopan. Dia juga ngga harus selalu berperilaku menjaga gue. like I said earlier, we fulfil each other. Sebenernya itu tuh yang penting dalam menjalin suatu hubungan, saling merasa nyaman, saling merasa memiliki, memiliki komunikasi yang baik dan saling menghormati. 'Saling percaya' yang sering diumbr-umbr aja ngga cukup laaah.

Hahaha. I babble too much ya? dan agak sok-sok inggeris gitu ye... biarin lah, namanya masih belajar...

CIAO!!

Nih dikasih bonus hasil jepretan di pacar :



 Pengen liburan deh jadinya.....

October 12, 2012

Nearly Kecopetan Experience

Beberapa saat lalu gue mendapat kabar dari temen via twitter bahwa handphone nya kecopetan di angkot. Wah kasian, ujar gue dalam hati. Berikutnya dia menceritakan via twitter tentang kronologis bagaimana hpnya bisa ilang. Gue agak tersentak. Ini sama banget ceritanya dengan yang dialami gue waktu smp saat kemalingan hp. Modusnya : pelaku pura-pura muntah, ketika seluruh perhatian tertuju pada dia, asisten pencurinya ngambil hp yang ada di tas/saku korban.

Jadi waktu itu gue masih kelas 2 SMP di Bandung. Di mana rambut sangat lepek, poni bolong-bolong dan wajah berminyak yang disebabkan oleh tidak stabilnya hormon saat pubertas. Sore itu gue baru pulang nongkrong di mall (abege banget yah, pulang sekolah nge mol) dan untuk menuju rumah gue harus naik angkot jurusan Panghegar Permai - Dipati Ukur, yang warnanya putih garis-garis kuning-ijo. Saat itu gue duduk di bangku artis. ituloh bangku kecil tambahan di deket pintu angkot, dimana seluruh penumpang bisa ngeliat lo duduk. That's why disebut bangku artis. 

Belum sampai 10 menit jalan, ada mas-mas di sebelah kiri gue yang tiba-tiba batuk kenceng gitu, sampe nunduk-nunduk gitu dan buang-buang ludah ke lantai angkot (eeew!!!) kayak mau muntah. Sontak (alah sontak) seluruh penumpang perhatiannya tertuju sama dia, termasuk gue. Gue sih ngeliatnya agak-agak jijik gitu. Pokoknya dia batuk-batuk itu berkali-kali sampe ada kakek tua ngasih dia kantong plastik buat dia ngeludah. Si orang batuk itu menggumam kalo dia sakit blablabla.

Awalnya perhatian gue emang tertuju sama si batuk, tapi lama-lama gue males jaga sih ngeliatin dia batuk ngeludah gitu (soalnya gue paling benci sama orang yang meludah di sembarang tempat, apapun kondisinya). Gue memalingkan muka ke arah pintu. daripada nontonin orang ngeludah mending liat jalan deh... nah ketika gue memalingkan muka... gue melihat ada sebuah tangan yang menjulur ke arah dada gue. Gue kaget lah. Soalnya gue tau banget itu tangan bukannya ngga sengaja di sana (kan posisi angkot sesak, mungkin aja itu tangan bisa salah tempat), tapi tangan itu kayak mau meraih sesuatu.

Gue teriak di angkot itu. Gue lupa teriaknya 'WAAAA' atau 'AAARGH' atau 'KYAAAA' (macam komik jepang).

Intinya gue teriak, terus gue refleks menepis tangan hitam berbulu (EEEW!!) itu sekuat tenaga lalu gue gampar itu si pemilik tangan yang duduknya hadap-hadapan sama si batuk. Gue teriak 'MESUM!!!!!!!!' 

Si bapak mesum itu marah sambil teriak 'apa kamu ngatain saya mesum HAH?!?'

Gue langsung teriak 'tadi tangan bapak mau pegang-pegang saya maksudnya apa hah?!?' gue masih shock dan gusar. Pikiran gue keinget pada berita-berita kala itu yang lagi musim pelecehan seksual di kendaraan umum. Kala itu gue masih 13 tahun. kebayang seremnya!!

Terus si bapak serem itu neriakin gue sambil melotot, 'PEGANG-PEGANG BAPAKMU!! SIAPA YANG MAU PEGANG-PEGANG HAH?!?' terus ngedumel gitu pake boso jowo. Gue masih ketakutan banget akan dicekek sama si bapak ini.

Beberapa saat kemudian si bapak serem itu turun dari angkot. Anehnya beberapa detik kemudian si bapak batuk juga muntah. Huweee... kaki gue langsung lemes banget entah kenapa. padahal tadi gue berapi-api neriakin di pervert.

Ada mbak-mbak penumpang yang bilang ke gue 'kamu ngga apa-apa?'

'ngga... mbak. serem aja tapi...', kata gue.masih lemes deg-degan

terus ada mas-mas di ujung bilang 'tadi tuh mereka mau ngambil handphone tuh kayaknya...'

dan gue baru sadar bahwa hp gue, kala itu Nokia 8210 menyembul di saku seragam sekolah gue. HOOOOH. Jadi mereka bukan pervert. tapi MALING. Jadi si bapak batuk bertugas mengalihkan perhatian, dan si bapak serem berperan sebagai eksekutor (halah!!). Eksekutor yang ngambil handphone gue maksudnya...

Hahahaha. gue berarti tadi salah menuduh si pelaku!! Abisnya serem gitu sih ngeliat tangan gede berbulu mendekati daerah dada gue. Lagian siapa yang ngga serem?!? It was a every girl's worst nightmare.

Akhirnya satu angkot itu jadi rame. Ada yang cerita mengalami pengalaman yang sama, dan sayangnya hp di berhasil keambil sama pencurinya. Ya ampyuuun. Intinya hp gue selamat sore itu... Tapi sebulan kemudian itu hp rusak gara-gara kelempar dari lantai 2 (ngga usah tanya mengapa hal itu bisa terjadi).

Itu hanya salah satu modus operandi pencurian handphone di kendaraan umum. Banyak loh MO (modus operandi) lainnya, pokoknya salah satu taktiknya : mencuri perhatian secara ekstrim. Ada yang pura-pura sakit, pura-pura pingsan... sampe yang paling aneh : menawarkan jasa pijit gratis sama penumpang dengan mengaku-ngaku ilmunya dia dapatkan dari shin-she terkenal. Gile... bisa aja ya idenya...

Sampai sekarang kayaknya modus pencopet di angkot masih banyak ya.. MO nya mungkin lebih bervariasi lagi. Orang jahat makin banyak... tapi kita harus lebih pinter mensiasatinya. Sebagai manusia, kita pasti refleks sih kalau ada suatu kejadian yang menarik/shocking/tidak biasa. Dan ketika fokus kita tertuju pada suatu objek, pasti keadaan sekelilingnya ngga diperhatiin. Nah si pencuri ini memanfaatkan peluang tersebut. Ini pencuri belajar psikologi gak yah... bisa jago gitu.

Hahaha. itu hanya sedikit cerita bodoh dalam keseharian gue. Yang ini untung ngga jadi dicopet. Gue bahkan pernah kecurian tas sekolah beserta handphone di dalamnya (ini bodoh sih).

Oke, pokoknya waspadalah... waspadalah...!!

Jadi kangen bang napi.. udah ngga ada ya dia?

CIAO!!

September 16, 2012

Back On Track

#1
Ketika mulai mengerjakan sesuatu yang sudah lama tinggalkan/lupakan, itu akan menjadi sesuatu yang sangat sulit. And yeah, it happens to me. Beberapa bulan lalu gue bragging tentang betapa sibuknya gue mengerjakan final research (baca : skripsi) gue. Dan ternyata.. gue gagal lulus semester lalu. Gue gagal lulus tepat waktu : 4 tahun. So I took an extra term. 

It is just sad. Seeing your friends already graduated from university. Just a few who stays (bernasib sama kayak gue). Although I was so sad, I felt really happy for them, really :). WIsh you all the best, fellas :)

Okay, so I already spent a years for my thesis and I got nothing. I feel so bad about it. Yea, tapi lama-lama gue menyingkirkan rasa bersalah gue dan mulai memperbaikinya. Gue mulai tuh membuka file skripsi di laptop, baca jurnal, dan ngebut bikin revisi skripsi. Pembimbing gue juga sangat suportif dan meminta gue menyelesaikan secepatnya. 

Yap, this lazy girl comes back on track. And this time, BETTER!!

Butuh effort yang sangat besar, I know. And thanks to my new friend who let me to stay in her old room. Ini kamar ngga ada TV-nya, and it's good. yaknow the tv is always be my biggest distraction. Tapi ya kesiksa aja gitu ngga bisa nonton TV, mau streaming juga lemot. Yah tapi lets take a look on the bright side. FOCUS!!


#2

Oke, jam tangan gue yang setia menemani gue selama  4 tahun telah wafat. Bukan jam tangan bermerek sih. Gue beli di dept. store Matahari dan lagi diskon 50%, walaupun begitu jam tangannya enak banget, nyaman dipake. Tapi beberapa hari lalu sudah tidak berfungsi lagi. Tapi gue tetep memakainya karena nudah kebiasaan pake jam tangan. Jadi gue kemana-mana pake jam tangan yang ngga berfungsi.

Aros yang kasian melihat keadaan gue yang mengenakan bangkai jam tangan kemana-mana. Membelikan gue jam tangan... err... yang sangat unik. Ini jam tangan sementara katanya :)






It's Transformer's Bumblebee. Yeaa. love it love it. althought it's kinda childish, I love it. I love Bumblebee, the colors (black and yellow are always great combination. Bee color) and of course I love it because I need it. Tapi walau ini lucu banget, tetep aja I need a real watch on my wrist. Dan ini jam digital, I prefer the analog one (Banyak mau amat, Sar!!). Yah tapi.. sementara ini gue dan Bumblebee akan bertahan.


CIAO!!

*btw, I posted some of my food review on my food blog savorybite.blogspot.com . If you're a food lover, visit it guys!!!




July 31, 2012

Kembali ke Rumah

Sudah hampir 2 bulan gue menetap di Bandung. Yah emang sih gue orang Bandung, tapi beberapa tahun ini gue bermigrasi ke Depok karena alasan akademik. Nah, karena aktivitas akademik gue sedang vakum (tepatnya gue mem-vakum-kan diri), jadilah gue memutuskan untuk pulang kampung ke Bandung, daripada di Depok tanpa melakukan apapun selain bermalas-malas dengan teman sekamar  dan menunggu si pacar pulang kantor.

Mungkin inilah waktu terlama gue pulang di Bandung sejak 4 tahun belakangan ini. Biasanya gue hanya pulang pada saat weekend, liburan alih semester dan liburan alih tahun ajaran. 

Dan... ada beberapa hal yang berubah di rumah ini, di Bandung ini. 

Well, sedikit berubah sih. Beberapa bulan lalu si Papa membeli TV plasma lengkap dengan sound system nya. Dan gue lega karena si tua Hitachi 21" itu akhirnya pensiun juga setelah bertahun-tahun gue memusuhi TV tua tersebut karena gambarnya ilang-timbul. Dan pergantian TV ini berhasil membuat gue betah di depan TV selama berjam-jam. Kayaknya perubahan drastis di rumah hanya ada ini aja... disamping peristiwa-peristiwa kecil lainnya.

Bandung.... ya sedikit berubah. Kendaraan makin banyak dan ternyata Bandung mulai macet ya. Apalagi di pagi hari. ERGH.

Bandung adalah sebuah kota kecil yang kemana-mananya bisa dicapai hanya dengan menggunakan kendaraan umum dengan waktu yang cukup singkat. Kebetulan daerah rumah gue deket terminal, karena itu juga aksesnya gampang jika ingin bepergian.

Dulu, daerah gue ini (antara Jl. Suci dan Cicaheum) ngga macet. Sekarang buset macetnya. Selain bertambahnya voluma kendaraan, mecet ini juga disponsori oleh tidak berfungsinya lampu lalu lintas di beberapa perempatan vital. Cobalah pagi-pgi lewat perempatan cimanuk-suci atau cikutra. CHAOS!!

Semuanya berubah. Yah tapi perubahan itu pasti terjadi kan ya? Jadi gue hanya bisa mengeluh, menggerutu, menyalahkan pemerintah, mengutuk diri sendiri kenapa tidak pergi lebih pagi dan berkhayal betapa enaknya kalau ngga macet.

Bandung juga tambah panas, tapi masih tahap bisa ditolerir. Tahap tidak ditolerir itu ketika panasnya menyamai Jakarta dan sekitarnya. Saat ini Bandung lagi musim kemarau. Musim kering. Terik pada siang hari dan (terkadang) dingin pada malam hari. Kata koran beberapa hari lalu sih suhu terendah Bandung mencapai 15 derajat celcius. Wuiiii. Hal ini mendekati rekor terdingin Bandung yaitu 12 derajat celcius pada tahun 70an (kalau ngga salah ya...). Hal ini menyebabkan kurangnya pasokan air (gue masih pakai air yg mengalir dari gunung), keruhnya air dan keringnya kulit muka gue (penting, karena wajah adalah aset).

Tempat makan di Bandung juga makin banyak, dan juga makin homogen. Banyak kafe berkonsep dan bermenu sama (yang tetep aja penasaran untuk dikunjungi). Thats why berat badan gue juga bertambah. Hahaha.

 Walaupun begitu, gue seneng bisa kembali pulang ke rumah dalam jangka waktu panjang. Gue kangan kasur empuk dan guling kucel ileran favorit gue. Gue suka ketika makanan sudah terhidang di meja makan, bukan dari deliveri service KFC. Gue suka ketika adik bungsu gue menanyakan PR bahasa inggris dan menanyakan apa bahasa inggrisnya 'kulit'. Gue suka udaranya, yang sudah sejuk tanpa bantuan AC. 

Tapi gue juga ngga suka.... (banyak deh pokoknya). 

Kadang gue pengen pulang dan tinggal lama di rumah, ada kalanya gue pengen meninggalkan rumah ini. Tapi, sekarang ini, detik ini, at the moment, I'm so glad to be home again.

CIAO!!

July 9, 2012

Tulisan Nunggu Ngantuk

Iye, jam dua pagi lewat dikit masih aja belum tidur, ngga tau nih ini badan beberapa hari ini aneh banget. Bukan beberapa hari ini malah, sebulan kemaren tiada hari tanpa sakit. Ada aja sakitnya, dari batuk-batu unyu dan bersin-bersin imut sampai maag kronis sehingga harus melarikan diri ke rumah sakit (bukan dilarikan. ini ceritanya gue berangkat sendiri, hahaha) sampai penyakit misterius yang belum ketauan apa penyakitnya (iyalah namanya juga misterius!! pokoknya simtomnya adalah sakit kepala 3 hari, persendian sakit, ujung-ujung jari dingin dan jantung berdebar serta keringat dingin. Gak tau ah. pokoknya 4 hari kemudian sembuh deh. 

Penyakit lainnya yaitu (kok jadi ngomongin penyakit) yaitu sariawan yang sangat mengganggu (sampe nangis) dan pergelangan kaki bengkak akibat keseleo. Gue kan orangnya clumsy bodoh gituya, sering banget jatoh gitu. Dan kali ini korbannya adalah ankle kaki kiri gue. Biasanya kalo keseleo, gue kasih balsem-balseman gitu akan sembuh dengan sendirinya. Tapi ini baru sembuh seminggu kemudian setelah diurut oleh tukang pijat langganan, Bu Dewi, yang pada prosesnya gue meringis kesakitan.

Semuanya bilang bahwa gue sakit ini karena kurang gerak. Yaiyalah gue dikerem di rumah mulu. Males keluar. Yang ada di rumah cuma duduk santai dan tidur tenang. No wonder ini perut tambah cembung dan gue jadi fobia timbangan :(

Yah pokoknya hidup sehatlah kalian semua. Olahraga bisa dimanapun dan makan maknan sehat adalah pilihan. Sip sip sip?

Mensana In Corporesano. *bener gak sih?

CIAO!!


June 15, 2012

Tentang Kemalasan

Yang namanya malas (karena terlalu baku dan ngga catchy didengernya, kita ganti jadi 'males' aja ya, mengikuti Ejaan Percakapan Gaul yang Disempurnakan) emang enak. Males itu -menurut definisi ngaco gue- adah suatu keadaan dimana seseorang sedang tidak ingin melakukan sesuatu/pekerjaan karena satu dan lain hal. 

Contoh : 'Sarah adalah gadis yang malas mendapatkan nilai bagus untuk ujiannya'

Nah, artinya gue lagi ngga mau dapet nilai bagus pas ujian, alasannya bisa macem-macem. Entahkah IP gue udah 4 atau nilai mata kuliah gue A semua.
 *contoh tidak merepresentsikan keadaan sebenarnya di dunia nyata

Dan sekali lagi, contoh dan definisi di atas adalah bego-bego gue doang, jadi kalau ada ahli bahasa yang membaca ini dan menemukan kesalahan ya harap maklum.

Nah, Kalau  di rumah, gue sering banget disuruh bokap gue untuk melakukan ini-itu. Dan kalau gue lagi males, gue akan bilang 'males, Pa...' (iye, gue durhaka...). Dan entah kenapa ajaibnya kalau gue beralasan 'males' bokap gue berhenti menyuruh-nyuruh gue dan membebankannya pada adik gue (jadi ngga enak sama si adik). Mungkin bokap gue mengerti tentang enaknya rasa malas.

Bokap gue pernah bilang, 'males itu alesan yang paling gampang, paling enak dan juga paling reasonable.
Iya juga sih, sering kan kita ngomong 'males ah....' atau 'aduh males banget...' dengan gampangnya tanpa dipikirin lebih dalam terlebih dahulu. Reasonable maksudnya ya terkadang kalau kita mengatakan 'males' pada seseorang, kebanyakan orang mengerti kenapa orang tersebut berkata 'males'. (Oke, gue sendiri bingung baca tulisan gue... hahaha)

Gue sendiri adalah orang yang sangat males. Gue berani men-declare bahwa gue termasuk dalam satu juta orang termales di dunia (mengingat penduduk dunia ada 6 Miliar). Beberapa temen gue sering berkomentar, mulai 'Males banget sih lo?' sampai 'ah, gue liat muke lo aja jadi ikutan males'.
Dan ternyata gue mendapat kesimpulan bahwa males itu menular. muahahaha. 

Akhir-akhir ini ada kata baru namanya 'mager'. Tau apa itu 'mager'? Mager itu adalah kependekan dari Malas Gerak. Mager ini beneran berbahaya. Mulai dari malas bergerak dari tempat tidur, malas gerak jalan ke kampus/kantor sampai malas gerak meninggalkan mall yang sedang diskon akhir tahun. Mager ini dampaknya juga luar biasa bagi gue. Gue udah pernah beberapa kali kena cekal absen di kampus, karena saking seringnya gue bolos kuliah. Selain itu juga bisa membuat badan jadi tidak sehat. Yaiyalah, tidur 10 jam, makan, terus ngga kemana-mana lagi saking malesnya, cuma stay di kamar aja.

 Mager ini harus diberantas, karena kalau ngga ditanggulangi bisa bermutasi menjadi kemalasan berpikir. Kalau udah males gerak dan males mikir.... ya mau jadi apa? Zombie aja yang males mikir masih bisa gerak *plak*

Btw gue sendiri sedang bergelut dengan kemalasan mengerjakan skripsi. Dan berusaha mengatasinya, gue sekarang mulai menjadikan 'mengerjakan skripsi' sebagai habit. At least dalam sehari gue harus buka laptop untuk main game ngerjain skripsi atau denger lagu baca jurnal. Serta membuat timeline agar sesuai dengan deadline. Ya mulailah dari hal-hal kecil *klise

Kalahkan Malasmu!!





April 29, 2012

That 70s,80s, 90s guy


Dating an older guy is such a ….. (undescribable). He ALWAYS know things I didn’t know, and that’s pretty irritating. For example, last month we decided to watch Mission Impossible. I watched the 1st, 2nd and 3rd movie, and I love it. so much (actually I love the crashing cars, explosion, big gun, and another boy stuff).
Me and him, walked into the theater.

Me : Did you watch the 1st and 2nd and 3rd movie?
Aros : Ya, sure. they were cool. I also watched the tv series when I was a kid.
Me : *gasp* TV series? Mission Impossible was a Tv series?
Aros : You didn’t know? ha ha poor you.
Me : I don’t know…

The he started babbling about Mission Impossible TV series. about the actors, the character, the storyline, etc etc. he didn’t stop. Then he stopped, he looked at me.

Aros : I bet you didn’t know that there was The A-Team Tv series too.
Me : ……. I didn’t
Aros : Hahahaha. Poor you. you keep mocking me that i grew up in the 70s, 80s and 90s huh? now see? that’s a cool thing. The Tv series were awesome, mission impossible, the a-team, McGyver
Me : Shut up. I know McGyver.

And this too.

Aros : So… you’re a gemini right?
Me : Yeah. Why?
Aros : Gemini is the powerful enemy in Saint Seiya anime. He is … (Then he babbled again -___-)
Me : ….


And Today.
I tweet him about how busy he is. but it was not a serious thing. I tweeted then he replied.


I got so curious then I googled the lionman shishimaru things. Here’s the result :

I SWEAR TO GOD. I never seen anything like this before
Boy.boy.boy.

August 23, 2011

Rambut (Postingan super penting bagi gue)

Pagi tadi gue sempet bimbang, potong rambut atau tidak potong rambut. Sebenernya gue sangat amat menyayangi rambut gue yang panjangnya di atas pinggang ini (lumayan panjang ya), apalagi rambut gue agak bergelombang dan ikal di ujungnya. I'm in love with my own hair. Selama dua puluh satu tahun hidup di muka bumi ini, belum pernah sekalipun gue punya rambut sepanjang ini, paling banter seketiak. Alasan gue ngga pernah punya rambut panjang yaitu : bokap gue ngga  mengjinkan. Aneh memang dan sampai sekarang gue ngga tau apa alasannya. Pokoknya doi adalah orang pertama yang komentar "udah kepanjangan Teh (teteh), potong rambut sana". Gue sempet mempertahankan untuk ngga memotongnya tapi doi juga bersikeras nyuruh gue potong. Dan gue nurut karena takut dianggap durhaka lalu disihir jadi batu.

Sampai akhirnya gue kuliah di luar kota dan gue bebassss memanjangkan rambut gue HUAHAHHA (gini deh kelakuan kalo lepas kandang). Sempet kepikiran mau digimbal tapi yah tapi... :p Dan sampai tiga tahun rambut gue jadi sepanjang ini (ya, sempet lah beberapa kali motong buat ngerapiin). Gue sangat sayang rambut gue, dan seneng juga  dapet beberapa komentar pujian dari orang lain yang bilang ikal-ikal di ujung rambut gue sangat menawan (oke, ini dibuat-buat :p). Tapi kok ya makin ke sini makin susah di rawat, karena rambut gue panjang, waktu nyisirnya lebih lama dan gue bukan orang yang doyan nyisir. Dalam tiga hari mungkin gue hanya sekali nyisir dan itu juga kalau mood.  Jadi abis bangun tidur, gue hanya cepol rambut seadanya lalu ke kampus, tanpa di sisir, Dan itu cepolan kuat sampe 12 jam loh. Akibatnya rambut gue patah, bercabang dan tentu saja, KUSUT.

Nah insiden kusut ini ada cerita sendiri. Jadi ceritanya gue lagi mau ujian komprehensif dimana harus tampil prima. Dari malem gue udah luluran dan cukur bulu kaki. Semuanya sudah oke. Masalahnya adalah rambut. Tampak luar it's fine. good as always. tapi gak bisa disisir, nyangkut banget. Malah ada beberapa gigi-gigi sisir yang patah karena proses penyisiran ini. Nah saking desperatenya, gue potong deh tuh rambut kusut, dan itu lumayan banyak dan hanya menyisakan dua senti di kepala gue. Sejak saat itu kalau gue ngiket rambut model ekor kuda pasti ada sejumput rambut yang nongol karena gue pangkas seenak jidat itu.

Juga males keramas. Gue yang dulunya rajin sehari atau dua hari sekali keramas, sekarang jadi lima hari sekali. kebayang kan? Dan sebagai anak kosan merana, gue jarang banget ke salon untuk hair treatment dll itu. Paling ke salon kalo diajak gratisan sama bokap aja (yep, bokap gue kalo cukuran di salon. bukan di pangkas rambut :p).

Nah karena hal di atas menyebabkan rambut gue ngga terurus. gue memutuskan untuk memangkas rambut gue. Waktu duduk di kursi goyang salon si mbak salonnya bilang "ngga sayang mbak rambutnya dipotong?". Sempat terbersit untuk lari dari kursi itu, tapi karena kebulatan tekad gue, gue jawab "ya, saya yakin". Dengan tatapan tajam berapi-api.

Dan setengah jam di kursi listrik salon itu terasa sangat panjang. gue mengamati helai demi helai itu jatuh berguguran ke lantai laksana daun yang.. (oke stop hiperbolanya). Setelah selesai gue ngeliat rambut-rambut tersebut (yang telah dipotong) disapu begitu saja sama si mbak-mbaknya. (pasti mau dijadiin rambut palsu deh, gue yakin). Gue liat bayangan gue di cermin, setengah penasaran karena takut. Takut kalau kependekan nanti malah mirip bola berambut. Waw ternyata lumayan yah. alhamdulillah yah. ini sesuatu banget. *wew* not bad, malah cenderung ke bagus *hohoho*.

Mungkin ini postingan yang sangat ngga penting yah, pasti ada yang komentar "ya ampun mau potong rambut aja lebay banget sehh". I don't care. Bagi gue ini penting. karena... karena... karena apa yaaa? ya gitu deh yah. Pokoknya penting!!

Hahaha.
Nih dikasih before after rambut gue.

before
after
"When a woman isn't beautiful, people always say, 'You have lovely eyes, you have lovely hair" - Anton Chekhov 
*people say that my hair is lovely. does it mean that I'm not beautiful? hmmm baru sadar. ternyata...*


Selasa sore, menunggu buka puasa di ruang kerja, di dalam rumah kecil kaki bukit, Bandung.